Wiranto Ditusuk, Polda Jabar Tingkatkan Pengawasan Pejabat

Bandung, IDN Times – Peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto oleh pasangan suami istri di Pandeglang, Banten, menjadi alarm bagi aparat keamanan untuk mengawal pejabat negara. Atas peristiwa itu, Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berencana memperkokoh pengawalan pejabat negara dari instansinya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan jika peningkatan pengamanan tak hanya dilakukan bagi pejabat-pejabat negara di Jawa Barat. Lebih daripada itu, kata dia, peningkatan pengamanan juga berlaku bagi tamu VVIP yang berkunjung ke Jawa Barat.
1. Polda Jabar akan koordinasi dengan ajudan pejabat

Dengan status sebagai kota besar di Indonesia, Bandung menjadi salah satu daerah yang sering dikunjungi para pejabat negara. Selain lokasinya berdekatan dengan Jakarta, di Bandung juga berdiri banyak kantor pusat BUMN dan perguruan tinggi ternama.
Maka itu, Trunoyudo memandang bahwa ancaman serupa peristiwa yang dialami Wiranto bisa saja muncul di Jawa Barat. “Kami tentu telah mengevaluasi kejadian di Banten, terutama mengacu soal SOP (Standar Operasional Prosedur),” tutur Trunoyudo.
“Yang pertama, kami melakukan koordinasi dengan pejabat negara melalui ajudan dan sekretaris pribadinya dalam kegiatan pejabat negara di Jawa Barat,” katanya.
2. Menjadi dasar penyusunan rencana pengamanan

Salah satu pengetatan pengamanan yang bisa menjadi hasil koordinasi antara polisi dan ajudan pejabat, ialah ketika menyusun rencana pengamanan terhadap tamu negara.
“Jadi peristiwa kemarin itu bisa menjadi dasar dalam melakukan penyusunan rencana pengamanan terhadap VVIP,” ujar dia.
3. Ridwan Kamil minta petugas keamanan lebih waspada

Menteri Wiranto mengalami penusukan saat hendak pulang setelah kunjungan kerja, tepatnya di depan Gerbang Alun-alun Menes, Pandeglang, Banteng, pada Kamis (10/10) sekitar pukul 11.05 WIB. Pelakunya merupaka pasangan suami istri Abu Rara (31 tahun) dan FA (21 tahun).
Peristiwa itu memukul benak pejabat negara di Jawa Barat. Gubernur Ridwan Kamil, misalnya, meminta agar instansi yang berkaitan dengan pengamanan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Insiden ini menjadi keprihatinan kita semua,” ujarnya.
4. Operasi Wiranto berjalan lancar

Akibat insiden ini Wiranto mengalami luka. Dia pun langsung dibawa ke RSUD Pandeglang untuk mendapatkan penanganan. Setelah itu, Wiranto diterbangkan menuju RSPAD Gatot Soebroto dengan helikopter untuk menjalani operasi.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut proses operasi yang dijalani Wiranto berjalan lancar. Proses operasi dilakukan selama kurang lebih tiga jam.
"Alhamdulillah proses operasi berjalan dengan baik, dan Pak Wiranto sudah keluar dari ruang operasi, dan Beliau sekarang menempati ruang untuk ICU untuk distabilkan," kata Pramono di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).
Pramono pun meminta doa agar mantan Panglima ABRI tersebut bisa kembali pulih dan beraktivitas.
"Kita doakan bersama mudah-mudahan Pak Wiranto segera sehat kembali, karena tentunya dalam proses ini banyak hal yang akan dijelaskan oleh dokter," ucap politikus PDI Perjuangan itu.
