Soal Mobil Esemka, Ridwan Kamil: Saya Tunggu Teknis dan Harganya

Bandung, IDN Times – Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan pabrik Mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih menunggu-nunggu rencana pemerintah pusat dalam mengorbitkan mobil yang diklaim buatan anak bangsa tersebut.
Pemerintah pusat berharap Mobil Esemka dapat dipakai secara massal, terutama dalam kepentingan para amtenar. Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, pada prinsipnya menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia mengaku belum mendapat koordinasi apa pun dari Jokowi.
“Saya belum mendapat kabarnya. Tapi, di mana ada produk dalam negeri berkualitas, pasti kami dukung dan kembangkan. Produksi dalam negeri adalah kebanggaan bersama,” tutur Emil, kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (6/9).
1. Menunggu teknis dan harga

Emil tentu tidak keberatan jika Jokowi kemudian mengharuskan para pejabat negara menggunakan mobil Esemka. Namun, hingga berita ini diturunkan, ia belum menerima kabar terkait teknis pemakaian mobil Esemka beserta harganya.
“Kami menunggu teknisnya seperti apa dan harganya. Saya harus merespons ini dengan meneliti,” tuturnya.
2. Akan membantu memomulerkan Esemka

Meski demikian, Emil berjanji akan membantu apa pun produk dalam negeri agar dapat laris dan bersaing di pasaran dengan para jenama asing. Sama dengan Jokowi, ia pun berharap agar Esemka dapat populer setidaknya di Indonesia.
“Intinya kalau benar, kami akan dukung dan bantu untuk memomulerkan mobil kebanggaan Indonesia ini,” tutur dia.
3. Pabrik seluas 12.500 meter persegi

Pada Jumat (6/9), Jokowi menjadi orang yang meresmikan pabrik Esemka yang berada di Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi. Acara itu pun dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Pabrik tersebut dikelola oleh PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang juga memegang hak dari merek Esemka. Pada pabrik seluas 12.500 meter persegi di atas lahan 115 ribu meter persegi ini, PT. SMK akan merakit, mengecat, dan menguji kelayakan jalan tiap mobil Esemka yang diproduksi.
4. Wacana sejak Jokowi masih Wali Kota Solo

Rencana pengorbitan mobil dalam negeri bermerek Esemka sebenarnya telah menjadi ambisi Jokowi sejak ia masih duduk sebagai Wali Kota Solo. Pada 2012, Jokowi berharap mobil Esemka dapat populer dan bersaing dengan merek asing di Indonesia.
Ketika itu, strateginya, Jokowi menargetkan kepala daerah di Indonesia sebagai pasar utama dari pengorbitan mobil Esemka.












