Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PT KCIC Beri Kompensasi Warga yang Terdampak Kebakaran Pipa Cimahi

IDN Times/Bagus F
IDN Times/Bagus F

Bandung, IDN Times - PT KCIC yang tengah mengerjakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) melakukan pembayaran kompensasi bagi warga di RW 01 Desa Melong, Cimahi, Jawa Barat, yang terdampak insiden kebakaran pipa bahan bakar minyak (BBM) di Cimahi. Proyek KCJB bersama Tim CSR PT Pertamina telah mendata dampak dari insiden yang ditimbulkan dengan dibantu oleh aparat setempat.

Semua daftar warga yang menerima kompensasi sebelumnya telah diklarifikasi untuk menentukan besaran kompensasi sesuai dengan jumlah kerusakan dan klaim warga.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra menuturkan, pelaksanaan ganti rugi merupakan bentuk kesigapan perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap kerusakan yang terjadi. Proses ganti rugi bagi warga telah dilakukan akhir pekan kemarin.

“Sejak insiden itu terjadi, kami langsung berkomunikasi dengan RT, RW dan warga sekitar lokasi untuk mendapatkan data terkait dampak yang ditimbulkan dan bersama-sama melakukan langkah riil dengan para pihak untuk meminimalkan dampak yang muncul dari insiden ini, termasuk di antaranya memberikan kompensasi area terdampak kepada warga,” kata Chandra melalui siaran pers, Rabu (30/10).

1. Sawah hingga mobil terdampak kejadian tersebut

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Pengurus RW 01 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Cecep Irfan, tetap memberikan dukungan dan menyambut baik itikad baik PT KCIC yang sesegera mungkin memberikan kompensasi. Sebab atas kejadian kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina tersebut, banyak sawah hingga kendaraan seperti mobil warga juga ikut terdampak.

"Ya Alhamdulillah sudah terealisasi (kompensasinya) secara kondusif," ujar Cecep.

2. Evaluasi pengerjaan akan terus ditingkatkan

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Manajer PR & CSR PT KCIC, Deni Yusdiana menuturkan, koordinasi dengan berbagai pihak semakin ditingkatkan dan masukan dari masyarakat sangat berharga untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem dan metode kerja dalam proses pembangunan proyek KCJB. Percepatan proyek KCJB hingga saat ini sudah memasuki tahap pemasangan girder pada struktur elevated yang dimulai dari area Cikarang (DK28). Di waktu yang hampir bersamaan, salah satu konstruksi bridge di lokasi Buah Batu, Bandung, juga sukses tersambung.

Di sisi lain, prasarana kereta cepat juga saat ini sedang dalam masa konstruksi yakni stasiun di keempat titik pemberhentian serta Depo. Bersamaan dengan pelaksanaan konstruksi, tim proyek KCJB juga sedang mempersiapkan operasional dan perawatan mulai dari Sumber Daya Manusia dan sarana penunjang kereta cepat.

"Segenap upaya dan koordinasi serta dukungan dari berbagai instansi termasuk pemerintah daerah merupakan wujud nyata upaya untuk merealisasikan kereta cepat Indonesia bisa hadir di tengah masyarakat dengan tepat waktu dan tepat mutu." ujarnya.

3. Gubernur Jabar minta KCIC perhatikan aspek keamanan dalam pengerjaan proyek

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta PT KCIC lebih memperhatikan aspek keamanan dan menjunjung standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor. Hal ini terkait insiden kebakaran pipa PT Pertamina penyalur BBM segmen Ujung Berung-Padalarang oleh kontraktor proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi elevated di Jalan Sukahaji Kota Cimahi samping jalur Tol Padalarang KM, Selasa (22/10).

"Saya minta atensi lebih (terhadap) SOP yang proporsional dan profesional. Proyek ini sangat ditunggu selesainya, tapi prosesnya harus dengan cara-cara yang tidak menimbulkan dinamika," kata Ridwan Kamil.

Atas kejadian ini, Ridwan pun kembali mengingatkan PT KCIC agar melakukan koordinasi dengan PT Pertamina ketika akan melakukan penggalian di sekitar area yang di dalamnya ada pipa minyak atau gas.

4. Komplain terhadap pembangunan kereta cepat tidak sedikit

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Dalam waktu dekat, Ridwan Kamil pun akan mengundang perwakilan dari PT KCIC untuk membicarakan dinamika yang terjadi selama proses pembangunan proyek KCJB.

"Saya akan memanggil KCIC karena saya mendapat beberapa laporan tidak hanya urusan Pertamina, di titik-titik lain ada komplain. Saya kumpulkan (komplain) agar saya tegur (KCIC), supaya kejadian (kebakaran) ini tidak terulang lagi," tegas Emil.

Tak hanya KCIC, Ridwan juga berencana memanggil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait dengan pembangunan proyek KCJB. Hal ini dilakukan untuk mengoordinasikan berbagai keluhan yang diutarakan masyarakat selama proses pembangunan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

artikel regional jabar tidka di hide

28 Jul 2025, 10:30 WIBNews

Yuhu

19 Mar 2024, 14:17 WIBNews

Bisnis Kardi

11 Apr 2022, 14:54 WIBNews