Sebelumnya, Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Brigadir Jenderal Pujiyono Dulrachman memaparkan kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan 15 kendaraan di Tol Cipularang KM 91. Kecelakaan ini menewaskan delapan orang dan delapan lainnya luka-luka.
Menurut Pujiyono, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB yang diawali sebuah dump truk terguling di jalur kanan Tol Cipularang arah Jakarta. Karena ada evakuasi, sejumlah kendaraan berhenti untuk memberikan waktu pada petugas tol mengevakuasi truk trailer itu.
“Kemudian, pas mau dievakuasi, lima kendaraan yang sedang mengantre ditabrak sebuah truk lain dari arah belakang. Truk itu bermuatan tanah yang hilang kendali, karena rem blong dan menabrakan evakuasi itu,” kata Pujiyono.
Tak berhenti di sana, di belakang dum truk yang mengalami rem blong, ada sekitar 15 kendaraan lain yang juga tak bisa menghindari truk besar itu. “Jadi tabrakan pada akhirnya beruntun,” ujar dia.
Sejauh ini, delapan korban meninggal dunia ada di RS Thamrin (Purwakarta), satu korban meninggal dunia lainnya berada di RS Siloam (Purwakarta). Dari delapan korban meninggal dunia yang berada di RS Thamrin, empat di antaranya meninggal karena terbakar. Empat sisanya meninggal karena luka-luka.
Sementara, kecelakaan tersebut membuat lalu lintas Tol Cipularang arah Jakarta lumpuh total. Polisi mengalihkan alur lalu lintas dengan mengarahkan pengendara untuk keluar di Gerbang Tol Cikamuning dan contra flow. Bahkan, kemacetan sempat mengular hingga tujuh kilometer.