- Di sisi lain, meski sebagian besar anggota forum berasal dari Jawa Barat, Edi mengatakan jika keanggotaan SJN telah tersebar di seluruh penjuru nusantara. Misalnya, kata dia, di Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera.
Peserta Deklarasi Sahabat Jokowi Belum Punya Kartu Indonesia Sehat

Bandung, IDN Times – Pada Sabtu (9/3) di Hotel Horrison, Kota Bandung, sekelompok pengusaha menggelar acara Forum Grup Discussion sekaligus mendeklarasikan kelompok baru mereka bernama Sahabat Jokowi Nusantara (SJN). Meski memakai embel-embel nusantara, sebagian besar peserta dalam acara tersebut merupakan masyarakat desa yang tersebar di Jawa Barat.
Ada yang unik dalam acara deklarasi itu. Salah satunya, ketika Ketua Umum Sahabat Jokowi Nusantara, Edi Ruswandi, bertanya pada peserta forum terkait kepemilikan Kartu Indonesia Sehat.
Bagaimana peristiwa itu terjadi?
1. Sebagian besar menjawab belum punya

Edi, yang juga Ketua Himpunan Masyarkat Petani Garam (HMPG) Jawa Barat, melanggeng ke arah mimbar untuk berpidato terkait keputusannya mendukung penuh pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko “Jokowi” Widodo dan Maaruf Amin. Ia membuka pidatonya dengan profil Sahabat Jokowi Nusantara.
Ia mengatakan bahwa Jokowi perlu didukung karena berhasil mengurangi beban masyarakat menengah ke bawah dengan program pemerintah Kartu Indonesia Sehat. Edi pun bertanya pada peserta forum, “Di sini siapa yang belum punya Kartu Indonesia Sehat?”
Sebagian peserta forum pun berteriak dengan lantang bahwa mereka belum menerima kartu tersebut. Beberapa lainnya menjawab dengan berunjuk tangan. Mereka di antaranya merupakan masyarakat asal Subang dan Indramayu.
“Masa Subang belum? Nanti kami tanyakan ke kepala desa bapak-ibu, ya. Tapi jangan dipolitisasi kalau yang belum, kita lihat apa masalahnya itu harus ditindaklanjuti,” kata Edi, dalam sambutannya, Sabtu (9/3).
2. Begitu pula dengan Kartu Indonesia Pintar

Tak hanya itu, Edi pun melemparkan pertanyaannya terkait seberapa banyak peserta forum memiliki kartu Indonesia Pintar. “Di sini siapa yang belum punya Kartu Indonesia Pintar?” ujar Edi, bertanya.
Kali ini, peserta forum menjawab lebih lantang: “Saya belum”. Kening Edi kembali mengernyit mendengar jawaban itu.
“Kartu Pintar belum juga? Jangan sampai bapak-ibu yang belum punya anak ikut bilang belum ya, karena kartu itu untuk pendidikan anak,” tuturnya.
3. SJN sudah ada di berbagai daerah

“Kami sudah membentuk jaringan, bahkan di WA (WhatsApp) Grup pun kami ada perwakilan di tiap daerah. Banyak sekali,” tuturnya.
4. Ada 500 orang peserta forum

Menurut ketua pelaksanan, Normaida Silalahi, jumlah peserta yang hadir mencapai 500 orang. Melalui acara tersebut pihaknya berharap dapat mendulang suara khususnya di Jawa Barat.
"Kita memang melakukan deklarasi, dan konsolidasi-konsolidaai dengan skala kecil tapi terus menerus dan menyebar disemua wilayah, sehingga diharapakan menjadi dorongan kecil yang bisa membangkitkan masyarakat memenangkan Jokowi-Maruf," kata Normaida.
Acara sebenarnya sudah dikemas menarik, dengan menghadirkan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maaruf sekaligus Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun, kedua tokoh tersebut tak dapat hadir dalam forum tersebut.
5. Acara serupa di Bekasi

Jelang 30 hari terakhir sebelum 17 April, kata Maida, akan digelar deklaraai akbar SJN di Gor Bekasi diawal bulan April mendatang.
"Jadi, semua relawan akan gathering akbar nanati sebelum hari tenang, semoga ada peningkatan peningkatan rating suara di Jawa Barat itu yang sangat kami harapkan," ujarnya.












