ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Menurut catatan buku “100 Orang Indonesia Paling Berpengaruh” yang ditulis Zaenal Ali dan diterbitkan pada 2008, Ciputra dikisahkan melalui usaha panjang ketika harus menyelamatkan perusahaan-perusahaannya saat Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1997.
Sebagaimana perusahaan properti lainnya, Ciputra pun perlu memutar otak untuk menyelamatkan perusahaannya. Ia kemudian melakukan sejumlah langkah penghematan di antaranya mengurangi 35 persen dari sekitar 7 ribu karyawan.
Tak hanya itu, Ciputra juga menutup semua departemen perencanaan dari masing-masing anak perusahaannya, dan menggantinya dengan design center yang memberikan servis desain kepada seluruh proyeknya. Jenjang komando Ciputra Group pun dipangkas menjadi lima tingkat.
Dengan cara-cata itu, Grup Ciputra berhasil menghemat pengeluaran sebanyak Rp4 miliar per tahunnya.