IDN Times/Debbie Sutrisno
Salah satu warga yang terdampak banjir di daerah Cijagra, Bosongsoang, adalah Rosnawati. Ibu paruh baya ini menjadi salah satu warga yang harus menginap di tempat pengungsian dekat jalan raya. Rumah yang dia tempati kembali terkena banjir dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
"Segini nih," ujar Rosnawati sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah dada menceritakan banjir yang menimpanya, Kamis (7/3).
Dia yang saat ditemui sedang menjemur baju di bebaturan dekat kamp pengungsian menuturkan, banjir tadi malam cukup mendadak karena ketinggian air tiba-tiba meluap sekitar pukul 02.00 dini hari. Alhasil dia tak sempat membawa pakaian utuh untuk bekal di tempat pengungsian.
"Ini saja baju saya basah semua. Mau pulang ke rumah air masih tinggi, harus pakai perahu, tapi itu juga susah jalannya sempit," kata dia.
Rosnawati yang sudah tinggal di daerah ini selama puluhan tahun menuturkan, selama dia tinggal di daerah Cijagra yang notabene dekat dengan aliran Sungai Citarum, baru tahun ini saja dia merasakan banjir yang terus-menerus. Tahun-tahun sebelumnya banjir memang ada juga, tapi lama waktu banjir tidak lama walaupun itu musim penghujan.
"Kalau sekarang paling panas (cuaca cerah) sehari, abis itu hujan lagi. Hujan dikit aja langsung banjir lagi," ungkapnya.