Ummi mengakui, untuk menekan angka perempuan miskin diperlukan keterlibatan semua pemangku kepentingan. Kondisi itu akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Sebab, perempuan yang menjadi subjek program, ada di lingkungan padat dan berkaitan dengan program dinas/instansi terkait di luar jangkauan PKK ataupun P2WKSS.
Disinggung mengenai target yang ingin di capai, Umi menjelaskan, target paling sederhananya yaitu ada perubahan perilaku. Beberapa diantaranya bahkan sudah menunjukkan hasil yang baik setelah dilakukan bimbingan dan intervensi.
Selama dilakukannya intervensi ini, sudah bisa menghasilkan perempuan yang lebih mandiri. Caranya, dengan menghasilkan wirausaha baru, dan perempuan yang lebih terampil.
"Contohnya di Kawasan Cibaduyut, yang menjadi pemenang bimbingan P2WKSS tingkat Provinsi, Para perempuan yang mendapat intervensi, kini bisa meningkatkan pendapatan ekonomi. Caranya, dengan membuat keterampilan hantaran pernikahan. Jadi sekarang, mereka banyak menerima pesanan antara pernikahan," pungkasnya.