Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Wildan Ibnu
IDN Times/Wildan Ibnu

Cirebon, IDN Times - Memastikan keamanan saat perayaan Natal pada Rabu(25/12), Kepolisian Resor Cirebon Kota bersama Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen C Polda Jawa Barat menyeterilkan sembilan gereja di Kota Cirebon, Selasa (24/12). Upaya itu dilakukan guna mengantisipasi ancaman teror dan gangguan keamanan saat misa Natal berlangsung.

1. Setiap ruangan disisir alat pendeteksi bahan peledak

IDN Times/Wildan Ibnu

Setiap sisi ruangan gereja disisir dengan alat pendeteksi bom. Peralatan lengkap penjinak bahan peledak hingga mobil unit jibom dilibatkan untuk memastikan gereja steril dari adanya bahan peledak.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy menegaskan, pengecekan sembilan gereja di wilayah hukum Kota Cirebon ini untuk keselamatan dari adanya gangguan dan ancaman teror.

"Ada sembilan gereja yang diangap berpotensi adanya gangguan. Kami pastikan perayaan misa besok di gereja-gereja di Kota Cirebon berlangsung aman," ujar Roland di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran Kota Cirebon.

2. Tidak ditemukan benda mencurigakan

IDN Times/Wildan Ibnu

Roland menyampaikan, tidak semua gereja disterilisasi dari adanya potensi gangguan dan teror. Dari seluruh gereja di Kota Cirebon hanya sembilan gereja yang dicek. Pertimbangannya, gereja-gereja itu memiliki jumlah jemaat yang cukup banyak.

Hasil pemeriksaan oleh tim unit jibom ini belum ada temuan bahan peledak ataupun benda mencurigakan lainnya. Roland memastikan, pelaksanaan ibadah misa akan berlangsung aman. Sebab, ada personel polisi khusus akan berjaga di lingkungan gereja saat misa.

"Tidak ada temuan apa-apa. Sampai saat ini lancar. Besok (misa) ada petugas yang berjaga," terang Roland.

3. Empat hingga enam polisi berjaga di gereja

IDN Times/Wildan Ibnu

Roland mengatakan, masing-masing gereja yang tersebar di wilayah hukum Kota Cirebon akan dijaga empat hingga enam personel. Kebutuhan banyaknya petugas yang berjaga disesuaikan dengan jumlah jemaat.

Semakin banyak jumlah jemaat yang tercatat di geraja, pemberian pengawalan juga akan dimaksimalkan. Untuk pengamanan ini, kepolisian berkoordinasi dengan pengelola gereja untuk mengidentifikasi orang mencurigakan yang hendak menyusup.

Kami bekerjasama dengan pengelola gereja sebagai upaya mengantisipasi adanya penyusup. Kalau ada orang tak dikenal atau bukan bagian dari jemaat, pihak gereja pasti tahu," tegasnya.

4. Sebanyak 750 Personel gabungan dikerahkan

IDN Times/Wildan Ibnu


Selama masa Natal dan tahun baru ini, 750 personel gabungan dari unsur polisi, Satpol PP, dan TNI dikerahkan untuk mengamankan potensi gangguan, ancaman teror hingga kecamatan lalu lintas.

Seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu di Kota Cirebon sudah ditinjau kesiapannya untuk menjamin keselamatan dan keamanan selama masa Nataru ini.

"Semua sudah dicek dan disiapkan. Jumlah pos pengamanan ada lima dan pos pelayanan terpadu ada satu. Setiap personel yang berjaga di pos bervariasi, empat hingga tujuh orang," ujarnya.

Editorial Team