Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jabar Rawan Bencana! Jangan Lakukan Hal Ini untuk Menghindarinya

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum meminta masyarakat di Jawa Barat bisa lebih waspada di saat musim penghujan seperti sekarang. Sebab pada musim ini justru banyak bencana yang kerap terjadi dan menimbulkan korban.

Menurut Uu, di Jawa Barat (Jabar) bagian selatan menjadi daerah paling rawan bencana sebab di daerah ini berdekatan dengan laut yang bisa berpotensi pada gempa atau tsunami. Namun di Jabar bagian utara pun tidak kalah membahayakan karena kerap ada longsor atau kejadian lainnya.

"Di Jabar bagian utara juga suka ada banjir. Dan memang kalau dihitung secara frekuensi dibandingkan provinsi lain Jabar ini lebih rawan," ujar Uu dalam diskusi Kilas Balik Jabar 2019 di Lapangan Gasibu, Jumat (27/12).

1. Jangan tinggal di lereng gunung, menebang pohon, atau membuang sampah seenaknya

Seorang pekerja memecah batu yang terbawa longsor di di Dusun Sawangan Rt 01/Rw 06 Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Selasa (17/12). Dok BPBD Cilacap
Seorang pekerja memecah batu yang terbawa longsor di di Dusun Sawangan Rt 01/Rw 06 Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Selasa (17/12). Dok BPBD Cilacap

Untuk menghindari bencana yang bisa menimpa siapapun, Uu pun mengimbau agar masyarakat tidak tinggal di lereng gunung atau perbukitan. Kondisi lahan yang mudah amblas di tengah musim hujan bisa membuat tanah di lereng lebih mudah bergerak.

Selain itu, warga juga diharap tidak menembang pohon sembarangan khususnya di kawasan tinggi. Sebab, pohon bisa menjadi pencegah banjir atau longsor karena tanaman ini bisa menyerap air dan mengikat tanah.

"Untuk banjir di kota kalau bisa masyarakat tidak membuang sampah sembarang ke selokan karena ini jadi salah satu penyebabnya," ungkap Uu.

2. Pemda sudah sering melakukan imbauan, tapi masyarakat jarang mengindahkan

Banjir rob di Pekalongan. IDN Times/Dhana Kencana
Banjir rob di Pekalongan. IDN Times/Dhana Kencana

Menurut Uu, selama ini pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi maupun kabupaten/kota sudah sering memberikan imbauan, sayangnya masyarakat pun acuh tak acuh terkait dengan kewaspadaan kebencanaan. Padahal ketika mereka tertimpa bencana maka bukan hanya diri sendiri tapi juga orang lain bisa terdampak.

"Tinggal kesadaran masyarakat untuk menaati pemerintah karena sudah sering diingatkan," papar Uu.

Sejauh ini Pemprov Jabar sudah melakukan berbagai program pencegahan dengan harapan bisa meminimalisir korban dari masyarakat ketika ada bencana datang. Kerja sama juga dijalankan dengan BPBD, TNI, Polisi, dan organisasi lainnya dalam melakukan pencegahan.

3. Pemprov Jabar fokus tangani kerusakan di kawasan bandung utara

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Mantan Bupati Tasikmalaya ini mengatakan, Pemprov Jabar saat ini fokus untuk menangani persoalan lingkungan di kawasan Bandung Utara (KBU). Selama ini kawasan yang seharusnya rimbun oleh pohon besar sudah semakin tergerus dengan banyaknya bangunan dan penggunaan lahan oleh petani sayur.

Padahal KBU sangat menunjang Bandung dan sekitarnya mulai dari ketersediaan air bersih, meminimalisir bencana, maupun peningkatan perekonomian.

"Kita akan perkuat aturan untuk mengembalikan lahan agar tidak ada bangunan-bangunan di sana. Kita juga mau tanam 25 juta pohon," ungkap Uu.

Dia menegaskan persoalan antisipasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi sudah menjadi milik bersama termasuk masyarakat.

Share
Topics
Editorial Team
Debbie sutrisno
EditorDebbie sutrisno
Follow Us