Wakil Kepala Kesiswaan SMA Negeri 2 Kota Bandung, Asep Suryanto, mengatakan sekolahnya hadir ke tengah massa yang melakukan unjuk rasa untuk memastikan anak didiknya tidak mengikuti aksi.
Dia mengatakan, pihaknya tidak mengizinkan anak didiknya ikut melakukan aksi unjuk rasa seperti yang dilakukan mahasiswa. "Kehadiran guru-guru di sini sebenarnya hanya memantau dan mendeteksi kalau misalnya ada anak-anak kami, kami ajak untuk kembali ke sekolah," ujar Asep saat ditemui di lokasi unjuk rasa, Senin (30/9).
Asep mengatakan, pihaknya hanya tidak mau anak didiknya menjadi korban kekerasan jika terjadi ricuh saat demonstrasi.
"Kalau ada tindakan tindakan yang anarkis siapa yang mau bertanggung jawab? Kembali ke sekolah. Nanti sekolah yang berat juga gurunya, kemudian juga orang tuanya yang dipanggil seperti kasus kasus di Jakarta kemarin," tuturnya.