Bandung, IDN Times - Polemik perubahan panti sosial Wyata Guna menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensori Netra (BRSPDSN) terus berlanjut. Baru-baru ini, Forum Penyelamat Pendidikan Tunanetra mengadu ke Komnas HAM dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Ketua forum, Ahmad Basri, mengatakan, ini merupakan upaya mereka untuk mempertahankan kondisi Wyat Guna agar tidak dialihfungsikan menjadi balai. Sebab ketika panti sosial ini berubah maka diperkirakan ada puluhan penyandang disabilitas netra yang terpaksa keluar dari asrama yang selama ini dihuni.
"Tapi yang menerima bukan Kepala KSP apalagi Presiden jadi memang belum ada kepastian apa-apa," ujar Ahmad ketika dihubungi, Kamis (14/8).