Empat Orang Pendemo di DPRD Jabar Diamankan karena Pakai Narkoba

Bandung, IDN Times - Aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan massa pada Selasa (24/9) membuat anggota kepolisian mengamankan sekitar 68 orang yang dianggap melakukan provokasi. Setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh anggota dari Polda Jabar dan Polrestabes Bandung, ada empat orang yang hingga sekarang masih ditahan. Keempatnya ditahan karena diduga terindikasi menggunakan narkoba saat melakukan aksi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, empat pendemo yang mengaku mahasiswa ini sekarang masih dalam tahap penyidikan. Adapun keempatnya adalah MFD warga Soreang, RR dari Bojong Soang, sedangkan HJ dan BF merupakan warga Sumedang.
"Mereka ada yang menggunakan narkoba jenis bendzodiazepin dan ada yang memakai ganja," kata Trunoyudo, Rabu (25/9).
1. Ini kronologis penangkapan massa yang beraksi

Trunoyudo menuturkan, aparat kepolisian kemarin malam sebenarnya sudah melakukan pengamanan aksi sesuai aturan. Setelah pukul 18.00 WIB, kepolisian sudah memfasilitasi pertemuan dengan anggota DPRD Jabar. Hasilnya ada mahasiswa yang pulang tapi juga ada dari mereka yang secara berkelompok kemudian kembali ke sekitar DPRD Jabar hingga pukul 20.00 WIB sambil melakukan provokasi dengan menyanyikan yel-yel.
"Mereka juga melakukan pelemparan dan pengrusakan, maka kami melakukan tindakan sesuai dengan aturan, yaitu dibubarkan," ujarnya.
Setelah berupaya membubarkan seluruh massa, aparat kepolisian kemudian mengamankan 86 kendaraan roda dua yang ada di sekitar, serta 68 mahasiswa yang dinilai sebagai oknum yang kerap melakukan provokasi.
Dan setelah melakukan pemeriksaan, menyisakan empat orang yang memang disinyalir menggunakan obat-obatan terlarang. "Maka mereka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Ditresnarkoba," kata dia.
2. Akan dilakukan pengecekan keaktifan sebagai mahasiswa

Menurut Trunoyudo, dalam kartu identitas yang dimiliki mereka merupakan mahasiswa dari sejumlah universitas. Meski demikian, Polda Jabar akan mengecek kembali keabsahan data tersebut. Sebab bisa jadi kartu tanda mahasiswa ada, tapi mereka bukanlah mahasiswa aktif di kampus.
"Nanti kita akan koordinasi ke fakultas, akan kita cek keaktifannya," kata dia.
3. Polisi dan mahasiswa alami luka-luka akibat aksi tersebut

Dalam aksi Selasa malam, sejumlah aparat dan mahasiswa memang mengalami luka-luka. Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, sedikitnya ada tiga anggota kepolisian yang terluka karena lemparan barang hingga memar di bagian kaki. Selain itu ada anggota polisi yang sempat tidak sadarkan diri akibat desakan massa.
"Semuanya sudah rawat jalan dan intensif," kata dia.
Selain itu dari mahasiswa ada dua orang yang sempat dilayani Bidang Dokter Kesehatan (Biddokes) dari kepolisian. Rata-rata dari mereka sesak napas karena tembakan gas air mata. Kemudian ada juga warga sipil yang terluka dan dirujuk ke rumah sakit Halmahera.
4. Polisi dalami adanya oknum dari organisasi Anarko

Terkait dengan maraknya vandalisme yang melakukan aksi coret sejumlah bangunan dengan lambang tertentu. Polda Jabar akan mendalami adanya oknum dari organisasi yang menamakan diri mereka Anarko. Sebab ada alat bukti yang mengarah ke sana.
"Itu tentu kita jadikan alat bukti dan kelompok mana yang bisa ikut serta dalam unjuk rasa ini," ujarnya.
Akibat aksi dalam dua hari ke belakang sejumlah fasilitas publik rusak, mulai dari di DPRD Jabar, vandalisme di jalanan, hingga pagar dan jalan yang sempat dirusak.
