Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota yang terkena dampak banjir. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Juanita PF mengatakan, pihaknya telah melakukan analisis kebutuhan, termasuk obat-obatan dan bahan habis pakai.
"Kami pun memberikan pelayanan kesehatan terutama di puskesmas yang terkena dampak manjur 24 jam," ujar Juanita di acara Jabar Punya Informasi (Japri) terkait Penanganan Bencana di Jabar, Jumat (3/1).
Menurut Juanita, pihaknya telah mendirikan posko kesehatan di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Di sana sudah ada tiga posko pelayanan kesehatan yakni di di Cimareme, Ngamprah, dan Desa Cipendeuy Padalarang.
Sedangkan di Kota Bekasi, ada 42 pos puskesmas, juga satu posko di Pendopo Wali Kota Bekasi. Sisanya ada puskesmas keliling. Untuk Kabupaten Bekasi ada 44 puskesmas dan posko kesehatan di 60 titik. Sementara Karawang, ada 50 Puskesmas yang tersedia.
"Kalau obat-obatan sekarang masih bisa dipenuhi kabupaten/kota untuk bahan habis pakai. Kami juga ada petugas piket lima orang dokter perawat, bidan dan kesehatan lingkungan dan gizi," katanya.
