Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dedi Mulyadi : Kalau BPN Menang di Jabar, Kenapa Masih Serang Jokowi

Bandung, IDN Times -  Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut mengomentari terkait dugaan kampanye hitam yang dilakukan tiga perempuan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menurut dia, tindakan dugaan kampanye hitam yang mengarah kepada pasangan Calon Presiden nomor urut 01, Joko "Jokowi" Widodo itu sudah menjadi tindak pidana kriminal dan bukan lagi persoalan pelanggaran pemilu.

"Ya, itu tindakan kriminal. Bukan persoalan hanya pidana pemilu, tapi saya lebih menyoroti bahwa itu tindakan kriminal," tegas Dedi di Kota Bandung, Selasa(26/2).

1. Dedi sebut pelaku kampanye hitam Jokowi korban doktrin ideologi

IDN Times/Yogi Pasha
IDN Times/Yogi Pasha

Dedi mengaku, prihatin dengan aksi yang dilakukan tiga perempuan terhadap seorang warga di Kabupaten Karawang. Menurut dia, aksi simpatisan ini merupakan korban doktrin ideologis yang lahir karena sentimen dengan memanfaatkan konten berhubungan agama.

Sebab, kata dia, tindakan kriminal lahir dari sebuah pemikiran ideologis dan pemikiran ideologis lahir karena sentimen dengan memanfaatkan konten yang berhubungan dengan agama.

"Ini kan emak-emak yang terdoktrin ideologis," kata dia.

2. Katanya BPN sudah menang di Jabar, tapi masih serang Jokowi

IDN Times/Yogi Pasha
IDN Times/Yogi Pasha

Dedi juga menanggapi, kampanye hitam yang menyerang Jokowi di Kabupaten Karawang dan terekam dalam video itu juga tidak berdanding dengan pernyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang mengklaim pasangan capres cawapres nomor urut 02 sudah unggul di empat provinsi di Pulau Jawa termasuk Jawa Barat.

“Kalau sudah menjadi daerah kekuasaanya, untuk apa ada yang melakukan kampanye datang kerumah bilang nanti kalau Jokowi terpilih enggak ada yang adzan lagi, enggak boleh pakai kerudung. Perempuan kawin sama perempuan, lelaki kawin sama lelaki. Kalau masih ada orang yang berkampanye seperti itu, berarti belum terkuasai,” kata Dedi.

Dedi menilai, pernyataan tersebut tidak relevan lantaran masih banyak kampanye hitam yang justru menyerang pasangan capres cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut dia, kampanye hitam seharusnya ditujukan kepada pasangan yang unggul.

“Kan logikanya sederhana. Kalau sudah terkuasai ngapain ada yang kampanye seperti itu,” ujarnya.

3. Dedi minta TKN dan BPN waspada terhadap pihak yang akan membuat konflik

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Dedi mengatakan, tersebarnya video kampanye hitam yang menyerang Jokowi di Kabupaten Karawang tetap harus diwaspadai sebagai upaya untuk memecah belah bangsa.

Dedi justru mencurigai adanya pihak-pihak yang sebenarnya bukan berasal dari pendukung Jokowi maupun Prabowo, melainkan kelompok yang memanfaatkan momentum Pemilu 2019 untuk membuat konflik horizontal di Indonesia.

"Dan itu orang-orang yang secara ideologi bertentangan dengan kita, apakah dari kiri maupun kanan kita tidak usah menuduh. Tetapi, yang paling penting adalah Pak Jokowi dan Pak Prabowo harus waspada dan mari kita bersihkan lingkungan pendukung kita yang mencoba membuat konflik dan mengadudombakan," ujar dia.

4. TKD Jabar minta penegak hukum berbuat tegas

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Dedi mengungkapkan, kasus kampanye hitam yang menyerang pasangan calon presiden harus disikapi tegas oleh pihak keamanan khususnya kepolisian. Bukan hanya bagi para pendukung Prabowo-Sandi, melainkan juga pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Bagi saya, kalaupun ada pendukung nomor 1 melakukan itu pada nomor 2, ya diproses karena itu akan mencederai demokrasi," tandas Dedi.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

artikel regional jabar tidka di hide

28 Jul 2025, 10:30 WIBNews

Yuhu

19 Mar 2024, 14:17 WIBNews

Bisnis Kardi

11 Apr 2022, 14:54 WIBNews