Hari ini, Kota Christcruch menangis lagi. Bukan karena faktor alam seperti yang terjadi pada 2011 silam, melainkan karena kelompok teroris yang diduga menganut islamofobia menyerang dua masjid di sana dan menewaskan sedikitnya 40 orang muslim—jumlah sementara hingga berita diturunkan.
Serangan teroris kepada penganut Islam yang tengah menjalankan ibadah itu terjadi langsung di dua masjid bernama Al-Noor dan Linwood, pada Jumat (15/3). Dikutip dari Al Jazeera, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Andern, mengatakan jika terdapat 20 orang lainnya tengah dirawat karena luka berat.
Atas peristiwa tersebut, kepolisan setempat telah menangkap empat pelaku yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Salah satu pelaku diketahui merupakan warga negara Australia, dengan profil seorang ekstrimis, dan teroris yang kejam, kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.
Menurut Dewan Imam Australia (ANIC), jumlah penduduk dengan sikap diskriminasi pada kelompok muslim terus meningkat baik di Australia, mau pun Selandia Baru. Berdasarkan laporan yang diterima, ANIC menduga salah satu pelaku merupakan orang Australia yang terkait dengan kelompok supermasi kulit putih.
Reporter TVNZ, Sam Clarke, berhasil mewawancarai sejumlah jemaah selamat yang tengah beribadah di Masjid Al-Noor. Ia melaporkan jika seorang pria tiba-tiba masuk dengan bedil otomatis alias machine gun dan mulai menembaki jamaah di sana.
"Seorang pria bersenjata, berpakaian hitam, dan mengenakan helm, membawa senapan mesin masuk lewat pintu masjid bagian belakang. Di sana dia mulai menembaki orang-orang yang berdoa," kata Clarke. Peristiwa tersebut tercatat sebagai peristiwa pembunuhan terkeji yang terjadi di Selatan Selandia Baru.