Cerita Tentang Kota Christcruch: dari Gempa hingga Kebrutalan Teroris

Bandung, IDN Times – Kota Christcruch, Selandia Baru, hari ini tentu menjadi perbincangan dunia. Jumat (15/3), kelompok ekstrimis menyerang dua masjid di kota tersebut dan menewaskan 40 orang jamaah muslim—hingga berita ini diturunkan—di sana.
Peristiwa tersebut tentu memukul dunia, terutama Selandia Baru. Pasalnya, ibukota Region Centerbury itu merupakan salah satu kota terbesar di Selandia Baru. Tidak hanya besar, Christcruch juga menjadi salah satu kota dengan populasi terbanyak di Selandia Baru.
Apa saja fakta tentang Kota Christcruch?
1. Populasi Christcruch sama dengan Kupang

Menurut data dari situs pemerintahan Selandia Baru, populasi penduduk Christcruch mencapai 350 ribu orang. Jika disandingkan dengan kota-kota di Indonesia, jumlah penduduk Christcruch nyaris sama seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan jumlah penduduk 336.239 orang berdasarkan catatan sensus penduduk Badan Pusat Statistik 2010.
Jika disandingkan dengan Indonesia, jumlah populasi Christcruch memang hanya 14,61 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung (2.394.873 orang). Namun, Kota Christcruch tetap menjadi kota dengan penduduk terbesar di Selandia Baru Selatan.
Tak hanya itu, Christcruch juga menempati posisi ketika sebagai kota di Selandia Baru dengan jumlah penduduk terbanyak. Posisi pertama dan kedua diduduki oleh Kota Auckland (417.910 jiwa) dan Wellington (381.900 jiwa).
2. Dijuluki Kota Taman

Soal julukan, Christcruch kerap disebut sebagai Kota Taman. Ada beberapa alasan yang mendasari penamaan itu, salah satunya karena kebun botani raksasa yang terletak di pusat kota.
Kebun botani tersebut didirikan pada 1863, saat pohon oak dari Inggris ditanam di sana untuk merayakan pesta pernikahan Pangeran Albert dan Puteri Alexandra dari Denmark.
Kinil, kebun botani tersebut terbentang di atas lahan seluas 21 hektar, berdampingan dengan lingkaran Sungai Avon. Destinasi wisata tersebut memiliki berbagai koleksi tanaman eksotis. Salah satunya terletak di Central Rose, salah satu sudut di kebun botani tersebut, yang punya lebih dari 250 jenis mawar kultivar modern.
3. Kota Pertama di Selandia Baru

Kota Christcruch juga tak bisa dilepaskan dari pencatatan sejarah Selandia Baru. Kota seluas 1.426 km persegi itu merupakan lokasi pertama yang ditetapkan pemerintah Selandia Baru sebagai kota. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 31 Juli 1856.
Meski demikian, menurut bukti arkeologis, Kota Christcruch pertama kali dihuni pada abad ke-13 oleh Maori, penduduk asli alias pribumi dari Selandia Baru
4. Tempat gempa dan kebakaran terdahsyat

Keindahan Christcruch karena berbagai macam tanaman yang tumbuh di atas tanah mereka yang terkenal sibur, tidak membuat kota tersebut bebas dari ancaman bencana. Sejarah mencatatat Christcruch adalah lokasi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru.
Bencana alam tersebut ialah gempa bumi pada Februari 2011, di mana menewaskan 185 orang penduduk. Tak hanya itu gempa berkekuatan 6,2 skala richter itu meluluhlantahkan ribuan bangunan kota. Pada 2013, pemerintah setempat membangun ulang kota dengan lebih dulu menghancurkan 1.500 bangunan, sebagai awal dari proyek pemulihan kota.
Selain gempa bumi, Christcruh juga merupakan lokasi bencana kebakaran terburuk di sepanjang sejarah Selandia Baru. Peristiwa itu terjadi pada 1947, di mana api melahap Departemen Store alias Toserba (Toko serba ada) Ballantynes dan menewaskan 41 orang pengunjung.
5. Tempat di mana serangan teroris terkejam terjadi

Hari ini, Kota Christcruch menangis lagi. Bukan karena faktor alam seperti yang terjadi pada 2011 silam, melainkan karena kelompok teroris yang diduga menganut islamofobia menyerang dua masjid di sana dan menewaskan sedikitnya 40 orang muslim—jumlah sementara hingga berita diturunkan.
Serangan teroris kepada penganut Islam yang tengah menjalankan ibadah itu terjadi langsung di dua masjid bernama Al-Noor dan Linwood, pada Jumat (15/3). Dikutip dari Al Jazeera, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Andern, mengatakan jika terdapat 20 orang lainnya tengah dirawat karena luka berat.
Atas peristiwa tersebut, kepolisan setempat telah menangkap empat pelaku yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Salah satu pelaku diketahui merupakan warga negara Australia, dengan profil seorang ekstrimis, dan teroris yang kejam, kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.
Menurut Dewan Imam Australia (ANIC), jumlah penduduk dengan sikap diskriminasi pada kelompok muslim terus meningkat baik di Australia, mau pun Selandia Baru. Berdasarkan laporan yang diterima, ANIC menduga salah satu pelaku merupakan orang Australia yang terkait dengan kelompok supermasi kulit putih.
Reporter TVNZ, Sam Clarke, berhasil mewawancarai sejumlah jemaah selamat yang tengah beribadah di Masjid Al-Noor. Ia melaporkan jika seorang pria tiba-tiba masuk dengan bedil otomatis alias machine gun dan mulai menembaki jamaah di sana.
"Seorang pria bersenjata, berpakaian hitam, dan mengenakan helm, membawa senapan mesin masuk lewat pintu masjid bagian belakang. Di sana dia mulai menembaki orang-orang yang berdoa," kata Clarke. Peristiwa tersebut tercatat sebagai peristiwa pembunuhan terkeji yang terjadi di Selatan Selandia Baru.












