Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut menghadiri peluncuran pengawasan pilkada serentak Bawaslu Jabar mengatakan, peraturan pemilihan umum di Indonesia masih dalam proses pencarian yang lebih cocok. Menurut Emil, setiap ada pesta demokrasi di Indonesia, peraturan pemilu sering berubah.
“Demokrasi kita ini kan masih muda, belum berabad-abad seperti di Amerika. Kita kan baru rezim otoriter tahun 1998 baru sampai sekarang. Maka menemukan sistem yang ideal itu menurut saya masih dalam proses pencarian,” ungkap Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil menjelaskan, proses pencarian sistem pemilu ini ditandai dengan masih berubah-ubahnya peraturan penyelenggaraan pemilu. Pada saat pemilu 2019, lanjut Ridwan, digelar serentak, tetapi memakan korban. Kemudian saat ini diwacanakan pada pemilu 2024 tidak akan serentak seperti sebelumnya.
“Itu menandakan bentuknya belum ketemu. Oleh karena itu, saya hanya berdoa apa pun yang disepakati (sistem pemilu selanjutnya), itu hasil sebuah riset yang betul-betul paling sedikit mudarat-nya. Kalau perfect (sempurna) mah kayaknya susah, tapi yang sedikit mudarat-nya. 2019 (pemilu serentak) masih banyak mudarat-nya,” kata dia.
Disinggung mengenai pelaksanaan pilkada serentak di Jawa Barat, kata Ridwan, berdasarkan pengalaman pada pelaksanaan pemilu 2019, Jawa Barat aman dan kondusif. Hal ini menandakan orang Jawa Barat senang pada demokrasi dan tingkat partisipasinya terus meningkat.