Bandung, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung menyebut, ada sebanyak 12 kecamatan di Kota Bandung yang mengalami krisis air tanah, hal itu dikarenakan adanya penurunan muka air tanah sampai 60 hingga 80 persen pertahun.
Kepala Seksi Konservasi Air, Tanah dan Hayati, DLHK Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, penurunan tersebut dampak dari penggunaan air tanah yang berlebihan. Hal tersebut pun diketahui dari beberapa kecamatan yang ada di Kota Bandung.
"Penurunan terjadi di Kecamatan Andir, Sukajadi, Sukasari dan lainnya. Mungkin sekarang bisa lebih," ujar Salman di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (3/12).
